Author

Catatan,

Sepenggal Kisah

Begini, aku pernah dalam kondisi psikis yang sangat drop. Bagaimana tidak, melihat orang lain dengan kesuksesannya. Sementara kita belum bisa menikmatinya. Begitulah.. bila kita selalu melihat ke atas, melihat kesuksesan orang tanpa melihat perjuangannya. Menjadikan kita menjadi kufur nikmat. Aku termasuk orang yang jarang merasa terpuruk terutama dipengaruhi oleh kondisi orang lain. Tapi, kenapa bisa saat itu terpuruk?

Mungkin emang saat itu berada pada posisi bener-bener depresi, atau apalah kurang paham. Ceritanya waktu itu sedang mengambil duit di ATM di sebuah minimarket. Tanpa sengaja bertemu temen jaman STM. Yang perlu diketahui, mungkin jaman STM aku termasuk anak cupu, kurang gaul, kurang nongkrong dan selalu jadi pusat bullying orang lain. Apalagi untuk seorang anak yang alhamdulillah rajin dan alhamdulillah juga diberi kenikmatan untuk mudah memahami pelajaran, plus punya postur tubuh yang kecil, maka tak jarang sering dimanfaatin teman – teman untuk garapin tugas. Bila menolak, udah pasti berbagai bentuk kejailan teman pernah aku alami. Nah, kebetulan teman yang ketemu di minimarket tersebut merupakan salah satu orang yang sering membully diriku. Tapi apa yang nampak pada dirinya sehingga aku merasa ngedrop begitu?

Pada pertemuan tersebut, aku dan dia sama – sama dalam keadaan sedang bekerja. Aku yang pekerjaannya di dunia lingkungan jelas bebas memakai pakaian apapun, asalkan nyaman. Pun saat itu aku hanya menggunakan kaos oblong – celana trainning – sandal jepit. Sementara dia bekerja di salah satu lembaga keuangan. Pakaian necis menempel di badannya. Kemeja – dasi – celana dengan bekas setrikaan yang rapi ditambah sepatu pantofel. Sekilas kaget. Saling ngobrol layaknya kawan yang lama tak jumpa. Di akhir pertemuan, dia minta dibeliin snack dan minuman. Masih sama seperti saat STM. Tapi aku juga ga bisa nolak, bukan karena merasa terpojok seperti jaman STM, tapi emang karena sudah kebiasaan dengan teman – teman di dunia lingkungan untuk saling berbagi.

Begitu perpisahan dan aku kembali mengendarai motorku, sementara dia kembali naik mobilnya dimana sudah ditunggu sopir, semua bayangan jaman – jaman sekolah kembali terulang. Saat itulah perasaat terpuruk mulai merasukiku. Pertanyaan – pertanyaan yang membuatku hilang rasa syukur menyergapku. Kenapa yang orang pintar malah dapat pekerjaan hanya seperti ini, tak terlihat perlente sama sekali di depan orang, sama sekali tak menaikan status sosialku. Ditambah lagi bayangan – bayangan kawan kuliah. Aku (yang alhamdulillahnya bisa melanjutkan kuliah S2) kenapa hanya begini saja. Sementara teman –temanku yang hanya sampai jenjang kuliah S1 mampu menduduki jabatan – jabatan penting di perbankan. Teringat pula saat dulu jaman kuliah, tiap ada tugas kuliah, mereka selalu memenuhi kamar kost 3 x 3 meterku untuk sekedar belajar bagaimana memecahkan tugas. Mereka yang tiap ujian semester maupun tengah semester rela menunggu aku pulang kerja jam 12 malam untuk kembali belajar pemecahan soal. Terkadang, yang datang ke kostan bergantian. Gak jarang juga mereka bergantian datang, bahkan sampai subuh, sampai jam 7 pagi tetap ada yang bergantian untuk belajar ke kostku. Dan saat ini mereka telah sukses dengan gaji bulanan yang entah berapa karena emang aku ga pernah menanyakan gaji seseorang. Sementara, aku masih seperti ini, tiap hari bersandal jepit, celana trainning atau kadang memakai celana jeans, juga kaos oblong. Bahkan beberapa kemeja formal dan kemeja batik sama sekali ga pernah aku pakai, kecuali untuk kondangan. Bahkan pula sepatu pantofel sampai pecah – pecah saking lamanya ga aku pakai.

Di keadaan yang seperti itu tak terasa air mata mengalir deras. Menyalahkan Tuhan, itu jadi salah satu menunya. Pertanyaan mengapa dan mengapa menemani perjalananku sampai di lokasi aku mengabdikan diri pada masyarakat.

Sepulang dari lokasi pemberdayaan masyarakat, aku mampir ke rumah salah satu kawan. Kawan yang awalnya dipertemukan karena pekerjaan, namun karena berbagai kecocokan akhirnya jadi kawan berbagi ide. Kawan yang satu ini pada saat awal bertemu dalam pikiranku bilang: “Aku pengen berteman dengan dia”. Biasanya emang seperti itu, seseorang yang “diridhoi” oleh hati untuk menjadi kawan dekat itu selalu ada semacam keinginan hati untuk dekat sejak pertama ketemu.

Pada perjumpaan dengan kawanku itu berbagai ide dan harapan muncul dari dia dan dari aku. Ide – ide yang berkaitan dengan lingkungan, keinginan yang biasanya harus dibuktikan sendiri oleh si punya inisiatif. Keinginan tentang terobosan – terobosan baru, keinginan – keinginan yang biasanya selalu diragukan oleh orang lain. Di kesempatan tersebut malah aku lebih banyak diam, lebih banyak berfikir yang akhirnya lebih banyak rasa syukur.

Men… memang pekerjaanku seperti ini, pakaianku seperti ini, gajiku ga seberapa dibanding kawan – kawanku di luaran sana. Tapi apa mereka seberuntung aku memiliki kawan – kawan dengan berbagai ide briliant? Apa mereka seberuntung aku memiliki kawan – kawan yang lebih sering mikirin orang lain, mikirin lingkungan, mikirin nasib bumi, mikirin nasib anak – cucu kelak dibanding memikirkan diri mereka sendiri? Mungkin aku seperti ini, tapi apa mereka bisa seberuntung aku untuk menentukan kapan mesti nyantai? Kayaknya untuk liburan pun mereka musti mengalokasikan waktu mereka 3 bulan sebelumnya, sementara kapanpun aku pengen liburan, aku tinggal bilang temen: bosen, kemana yuk? Dan mereka dengan senang hati buat ngasih rekomendasi tempat liburan. Apakah mereka bisa bebas menjadi diri mereka sendiri, sementara penampilan berantakan sedikitpun bisa berpengaruh pada jabatan mereka, sehingga tak jarang mereka menghabiskan waktu mereka untuk perawatan wajah dan tubuh.

Pertemuan tersebut sungguh menyadarkanku bahwa aku jauh lebih beruntung ketimbang teman – temanku yang lain. Rasa syukur kembali mengalir pada diriku. Ditambah dengan berbagai artikel tentang bahaya riba dan lain – lain yang membuatku jauh lebih bersyukur, biarpun gaji kecil tapi insha Allah jauh dari murka Illahi. Dan lagi pertemuan itu membuatku beristighfar, sempat ada rasa sombong dalam diriku, merasa aku lebih baik dari orang lain saat membandingkan diri ini waktu STM dan kuliah.

Dan lebih penting lagi: “Bahwa nikmat dan rezeki itu bukan melulu soal materi, memiliki kawan – kawan baik, yang berkualitas, serta mereka yang mau mengingatkan kita saat kufur nikmat serta menunjuki kita jalan yang lurus itu jauh lebih nikmat dibanding sebatas materi”.

Terima kasih Ya Rohman Ya Rohim untuk karunia – Mu yang tak kan pernah terhitung, walaupun harus menghitung banyaknya pasir di pantai, tak kan mampu melebihi kuasa – Mu.

Content from : Widodo S.p

Nusakambangan, Pantai,

Pantai Selok Pipa, Nusakambangan

Yey, akhirya setelah beberapa bulan nggak nulis tentang pantai yang ada di Nusakambangan, sekarang mau bahas pantai Selok Pipa yang ada di nusakambangan, banyak sing tanya tentang cara ke pantai selok pipa ini ke instagramku @manggaul (promosi), buat yang baru pertama baca blog ku ini bisa liat daftar isinya di sini loh, ada beberapa pantai yang berpasir putih yang bisa dikunjungi untuk umum

Oke, di nusakambangan sebenernya banyak sekalo terdapat spot mancing, salah satunya adalah di pantai selok pipa. Pantai yang tersembunyi di pantai selatan pulau nusakambangan dengan keindahan yang sangat mengagumkan, pantai yang berkarakter karang dangkal dan bentuknya seperti halnya laguna, maka pantai ini sangat aman untuk aktifitas memancing.

from http://www.clacapan.com/ – Ikan cendro hasil memancing di selok pipa Nusakambangan

untuk akses kesini cukup mudah, beda dengan pantai nusakambangan yang lain yang harus berlajan hampir beberapa jam, kalau ke pantai Selok Pipa ini jalan kaki cuma sekitar 30 menit aja, tapi sebelumnya harus naik perahu dulu ya dari Teluk Penyu, tarif naik kapalnya murah kok, 25rb udah bolak balik, dateng aja ke keteluk penyu bilang aja mau ke Pantai Selok Pipa, pasti si tekong (nelayan) udah tau kok, langsung dianterin dan dikasih nomer hp, nah nomer hp ini bisa di telfon buat jemput pas kamu mau pulang dari pantainya, oiya kasih kabarnya jangan masih di selok pipanya yaa, nanit kelamaan nungguin kalian jalan, kan kasian…

Untuk ke pantai ini, kamu cukup bilang mau ke Selok Pipa, nanti dianterin ke lokasi ini, nah disinilah kamu memulai perjalanan, inget ya jalannya lurus dibalik jembatan ini,

tambatan kapal di karang tengah
Arah jalan ke selok pipa

nah di perjalanan ini nanti ada rumah warga, dimana dirumah ini ada warga yang membuat gula dari kelapa, kamu bisa loh beli gula nya dari sini, langsung, eh kalo pas beruntung kadang nemuin warga yang lagi proses membuat Gula kelapanya

proses pembuatan gula

lanjut perjalanan lagi kamu nanti ngelewati kuburan, aku juga ga tau pasti sih ini kuburan warga sini atau emang kuburan belanda, pokonya disini ada kuburan, dan kamu pasti lewat sini

makam

kalo ketemu kuburan ini, lewat sebelah kirinya yaa, terus naik ke atas nanti ketemu pohon pohon kelapa yang lurus lurus, cakep sih buat foto

pohon kelapa tertata rapi

ngikuti jalan aja kalo udah sampe sini, jalannya jelas kok, cuma 1 jalur, jalurnya jelas karna masih banyak orang yang kesini buat mancing sampe nginep ber minggu minggu disini

Didalam perjalanan menuju ke selok pipo

ada beberapa foto yang mau aku bagiin nih, dan ada ratusan foto lagi di Hardisk ku, kalau mau liat atau mau minta foto bisa loh kamu pinjem Hardiskku,, mau kasih tau juga nih, ini pantainya berbentuk U nah kamu bisa loh ke kanan atau ke kiri , cuma bedanya kalau ke bagian kiri ombaknya lumayan kecil, pantainya lebih tenang dan batunya gede gede banget, di bawah ada gambarnya yaa,, nah untuk yang pantai sebelah kanan disini bebatuannya kecil kecil tapi ombaknya lumayan guede loh, bisa sampe 5 meter, nanti kamu bisa liat di foto nya yaa

Nah foto foto diatas adalah sebelah kanan, kalo bagian sebalah kiri bisa lihat foto2 dibawah ini ya

kayanya cukup segini aja yaa foto fotonya, sebenernya sih masih banyak yang lainnya, tapi sigini aja deh yang dibagiin, kalau mau tanya yang lainnya tentang pantai Selok Pipa ini, kamu bisa komen dibawah yaa, nanti dibales oiya beberapa foto diatas diambil dari temen saya @risharofiana sama dari mas Tangkas Pamuji

Catatan,

Cerita Solo Travelling ke Karimun Jawa (Travelling Sendirian)

Catatan kali ini mengenai trip ke karimun jawa karena banyak yang minta untuk ditulis di blog. karimun jawa adalah impianku dari masa SMK, maklum aku dulu ga bisa menikmati akses internet karena tinggal di desa, jadi awalnya aku tau karimun jawa ini dari internet berkat iseng iseng internetan pake hp temen. Snorkeling, melihat trumbu karang, ikan warna warni yang kecil, foto bareng nemo, ahh itu indah sekali kalo melihat di layar televisi. tapi mimpiku seolah olah akan gagal melihat terumbu karang secara langsung, dan foto bareng ikan ikan nemo yang lucu itu karena aku ga bisa berenang, tapi aku tetep pengen ke karimun jawa walaupun ga bisa berenang. Yeahhh pokoknya semangat jalan-jalan, baca sampai selesai ya.

Berbekal informasi dari internet dan kenekatan, pd tgl 12 September 2016, tepatnya hari Senin aku berangkat menuju semarang. Ya, semarang.. masih inget waktu itu lagi ramai suasana idul adha, pokonya pas hari H idul adha aku pergi dari rumah menuju semarang, sebenernya si ga pengen pas hari idul adha itu sih, tapi kan emang ada temen yang mau ke semarang jadinya ikut nebeng dia sekalian biar irit biaya perjalanan dll. Oiya sedikit cerita sebelum aku putuskan nekat travelling sendirian ke karimun  jawa, beberapa bulan sebelum idul adha ini udah ngajakin beberapa temen biar ikut bareng kesana, tapi ya ga nemu nemu sampe berbulan bulan akhirnya nekat juga sendiri kesana..

Simpang Lima

Disemarang, disemarang ini aku stay di kosnya ibnu sampe beberapa hari sambil browsing browsing diinternet tentang perjalanan karimun jawa dari semarang, nah di semarang ini aku mau berterima kasih sama Ibnu, Faiq, Indri sama Meila dan temen temen lainnya. yang sempet nyamperin ke kos, ngajak main, makan rendang, pinjemin kamera, main sampe malem sampe kos nya di kunci dan ga bisa buka kos karna ibnu nya lagi ga tau dimana, pokoknya diem di teras nunggu ibnu pulang dari kegiatannya dia yang super sibuk, singkatnya aku di semarang dari senin sampe rabu, Rabu, jam 3 pagi aku bangun dari tidur persiapan menuju ke jepara pakai motornya ibnu, Sendirian, demi ngejar ikut kapal Siginjai dari jepara. pokoknya kenekatanku dimulai dari jam 3 itu, dimana aku ga tau jalan menuju jepara dan baru pertama kali naik motor sendirian di jam 3 dini hari, untung selama perjalanan aku di temani Google Maps.

jam 4 pagi udh di di perbatasan Demak

Ya, berkat dia perjalananku sampe di jepara tepat jam 5.15 udah sampe jepara dan sholat subuh dulu di pom dekat pelabuhan kartini, selesai sholat langsung buru buru beli tiket dapet info dari internet kalau antri tiketnya lama dan panjang, akhirnya tepat jam 5.50 udh dapet tiket untuk perjalanan ke jepara pakai kapal Siginjai, kapal siginjai ini termasuk yang paling murah loh, aku dapet harga 57rb. Tiket udah ditangan, laper, mau beli makan di warung udah ga sabar pengen liat sunrise di pelabuhan kartini, akhirnya ga jadi makan sampe akhirnya cari tempat duduk di kapal siginjai ini, di kapal ini mulai lepas dari pelabuhan jam 7 selama perjalanan di kapal ga bisa diem, pindah pindah tempat duduk cari temen ngobrol, sampe akhirnya ketemu satu keluarga yang kebetulan mau ngunjungi kaluarganya di karimun jawa, di sini sambil ngobrol anaknya minta makan, dan akhirnya mereka makan bareng dan aku pun dikasih rames sama keluarga ini, kalo ga ada mereka kayanya aku bisa keluar uang lebih banyak lagi  untuk beli makan di dalem kapal yang harganya lumayan mahal. sambil ngobrol kesana kemari sampe cape ngobrol, dan bayangin kita semua di dalem kapal sekitar 5 jam baru sampe pelabuhan karimun  jawa

loket pembelian tiket kapal Siginjai
keluarga yang kasih aku nasi rames

Tarraaaa… sekitar jam 12.30 siang akhirnya kakiku menapak untuk pertama kalinya di tanah karimun jawa, rasa seneng pasti ada lah, ya pokonya seneng lah, sampe ga bisa nulis di blog ini senengnya gimana, Nah di karimun ini ada banyak orang yang nawarin buat ikutan paketan trip, dari berbagai macam harga si yang mereka tawarin, tapi kebetulan aku ga ikutan paket trip, jadi aku disana sambil beli minum sambil telfon homstay yang sebelumnya udh aku pesen, dan kebetulan aku dijemput dari pelabuhan sampe homstaynya ..

penginapan semalam 75rb dapet 3 kasur:v

sampe di homstay aku langsung ditawarin untuk sewa motor sama dikasih tau beberapa tempat lokasi wisata darat, sewa motor disini 75rb 24 jam, nah bodohnya nih, sampe di homstay sekitar jam 1, nah itu otomatis aku mandi dulu dari semarang belum mandi dan karna cape di kapal akhirnya ga kerasa ketiduran di kamar sampe jam 5 sore, gila emang,, niatnya mau tour darat, mau keliling karimun jawa pake motor malah tidur sampe sore, yaudah akhirnya aku tanya lokasi alun alun karimun jawa buat cari makan disana, yang katanya murah murah, dan alhamdulillahnya aku dapet penginapan yang ga jauh dari alun alun ini, ya kurang lebih sekitar 100 meter, jalan kaki 7 menit udh sampe alun alunnya, ya karna ke alun alun jam 5 sore, pedagang2 makanannya belum pada buka, jadi aku main main dulu ke pantai sambil liat sunset nya, cakep.

ikan segar siap di bakar
jagung bakar di alun alun karimun jawa

sekitar jam 6.30 aku balik lagi ke alun2 buat beli ikan bakar, gilaa… murahhh murahh,.. kalo dibanding harga di Cilacap ya setengahnya lah.. pokonya puas puasin deh makan ikan disana, daaan disana aku disuruh pilih ikan segar dan langsung dibakar, jadi aku nunggu juga buat antri dibakar, dan keliling keliling nyicipi berbagai jajanan di alun alun sampe akhirnya ga kerasa udah jam 9 malem, balik dan buat persiapan snorkeling besok yang kebetulan di tawari  sama yang punya homstay untuk Tour Laut nah biayanya 150rb, udh termasuk Google, Fin, Kaki katak, makan siang , pokoknya full cover lah sampe selesai..

foto bareng diatas deck kapal sebelum perjalanan

jam 7 pagi, aku di jemput sama pemandu Tour Lautnya, pas di jemput kebetulan aku belum makan, dan aku sempet di suruh makan dulu di warung pinggir pelabuhannya, jam 8 kita semua udh diatas deck kapal, semua yang ikut tour laut ga ikut paketan tour, jadi kita disini mirip mirip sama share cost gitu, kebanyakan sih bule yang ikut di kapal ini, disini aku kenalan sama sesama orang yang jalan jalan sendirian, ada yang dari singapore dan beberapa negara yg lain, pake bahasa inggris dong jelas, ya walau agak macet macet tapi yang paling penting sih sama sama mudeng

Pertama kali naik deck kapalnya sih udah seneng banget rasanya, ya gimana ya ini destinasi impianku dari smk, paling akung sih sebenernya karna aku ga bisa berenang aja sih, kebayang gak gilanya, “aku gak bisa berenang tapi pengen foto bareng sama ikan nemo di dasar laut” ..
pernah dapet quotes gini

“if your dreams don’t scare you, they aren’t big enough.”

Kalau mimpi kamu gak bikin kamu ngeri, nggak bikin kamu ragu dan takut, itu artinya mimpi kamu kurang tinggi.

yaaa gila sih, tapi itu emang mimpi aku foto di dasar laut, tapi akhirnya berhasil kok aku foto di dasar laut walau ga bisa berenang walau ada drama dulu sama tukang potonya.. Udah tau nggak bisa berenang masih nekad jalan-jalan ke laut? Kenapa nggak? Wis kadhung tresno! #halah

ya jadinya gini, ga bisa berenang tapi nekat main ke laut, ya kalo ga gini ga punya cerita seru dong
yang paling aku inget di karimun jawa adalah momen waktu aku dapet giliran foto di dasar laut, otomatis aku langsung dipanggil dong sama mas mas yang tukang poto underwaternya, disitu aku ga bilang kalo aku ga bisa berenang, tapi pede banget aku niatan lepas lifejacket (pelampung) terus nyelam, 1 , 2 , 3 , yakkk,,, aku berhasil masuk ke dalem laut tanpa lifejacket, ngeri ga sih orang ga bisa renang sama sekali tapi berani lepas lifejacket, gak lama masuk ke dalem akhirnya aku keluar lagi ke permukaan, alhamdulillah pas diatasnya masih ada pelampung yang aku copot tadi, tapi mas tukang potonya kurang puas, dia bilang kalo aku kurang ke dasar jadinya foto yang diambil tadi kurang memuaskan,  disitu momen aku jujur kalo aku ga bisa berenang.. hahhaa .. malu sih, tapi ya gmn yaa.. akhirnya aku dipanggilin guide satunya lagi, nah si guide yang satu ini posisinya di samping aku, dia kasih aba aba ke aku, “mas, dalam hitungan 1 2 3 tahan napas ya, tenang, jangan panik” gak lama dia bilang “siap mas, 1 2 3” tau gak, yang dia lakuin ke aku? dia ini neken bagian pinggang aku terus di dorong kedasar laut, gilaa menn,,,, pengalaman gila gilaaaa gilaaaa,,, selama ini cuma bisa liat pemandangan bawah laut di youtube sama instagram, dan itu aku liat langsung, alhamdulillah, tapi pemandangan aslinya lebih keren, asli, gak nyesel aku di dorong sama guide nya tadi. sempet aku videoin sih si guide ini pake kamera aku, tapi kayanya ga bisa di upload, durasinya terlalu panjang sama size videonya ya hampir 2gb jadi ga jadi aku upload proses aku di dorong ke dasar lautnya, ., tapi keren asli, buat kamu yang ga bisa berenang dan mau foto di dasar laut bareng ikan ikan yang cantik, ke karimun jawa lah… gak nyesel, apa lagi kalau kalian udah pinter berenang, pasti lebih bebas lagi di dasar lautnya yakan?

dapet temen dari singapore
ikan ikan kecil kaliatan dari atas deck kapal
tuh kannn,,, foto di dasar laut,, yey
style aku kurang lebih seperti ini kalo di dalem laut :v
ikan cantik di dasar laut
selesai makan siang
males malesan di pulau menjangan kecil setelah makan siang

Setelah males malesan di pulau menjangan kecil dari jam 12 sampe sekitar jam 2, kita semua dibangunin sama guidenya katanya mau ke lokasi snorkeling terakhir, oiya kita satu hari disini full snorkeling yaa, dan lokasinya berpindah pindah, satu lokasi sekitar 45 menit sebelum pindah ke lokasi yang lain, ya kalo ga salah sekitar 5 lokasi snorkling, perbedaaannya ada di spesies ikannya, karang karagnya sama kedalamannya, tapi kalo ngomong dalam, disini dalam, paling cetek 5 meter yang untuk spot snorkeling, pusing gak coba kalo yang  ga bisa renang .. haha

setelah selesai snorkeling yang terakhir, kita semua mampir di Menjangan Resort untuk menyaksikan sunset, daaann, lagi lagi di karimun jawa ini dapet sesuatu yang belum pernah aku lihat, disini aku menyaksikan matahari tenggelam (sunset) dari masih ada sinarnya sampe habis, sampe lihat setengah lingkaran, biasanya kalo di kita cilacap matahari belum sampe dasar udah ilang duluan ,, itu indah banget, sempet aku rekan timelapse pake kamera, tapi lagi lagi males banget uploadnya, size nya yang terlalu besar buat di upload, tapi next deh kapan kapan coba di edit videonya biar bisa diliat sama temen temen..

Dan yang paling penting di perjalanan kali ini selain cerita diatas, aku dapet pemberutahuan kalau aku di terima di salah satu perusahaan yang beberapa bulan sebelumnya sempet test kerja melamar kerja disana, tambah gila ga tuh, udah seneng seharian, terus sambil liat sunset eh dapet sms kalo aku diterima kerja, alahmdulillah, tuhan emang ga bisa ditebak yaa, ada aja momen yang buat aku seneng,,  Lanjut yaa.. dan setelah sunsetnya terbenam, kita semua pulang ke pelabuhan, dan dari pelabuhan ini aku jalan kaki, gak di anter sama guidenya, takira sih dijemput juga dianter, eh ternyata engga, yaudah utung penginapannya deket.

sampe penginapan sekitar jam 7 malem, mandi terus langsung cus ke alun alun lagi cari makan dan sampe malem, ga lupa beli oleh oleh dari sini

beberapa oleh oleh khas karimun jawa

Hari terakhir di karimun jawa aku habiskan dengan tidur di kamar karna cape, sambil menunggu dianter ke pelabuhan karimun jawa yang katanya kapalnya dateng sekitar jam 1 siang, setelah beberapa jam naik kapal, akhirnya sampe juga di pelabuhan kartini, aku langsung ambil motor di penginapan dan langsung cus ke semarang, gak lupa aku nyalakan Google Maps, ya walau akhirnya beberapa kali si Maps ini eror, Alhamdulillah sempet mampir dan sholat isya juga di Masjid Agung Demak..

Mampir sholat isya di Masjid Agung Demak

Muka kesel karna minta tolong fotoin sama anak pesantren eh dia ga bisa moto, berkali kali blur, dan ini foto yang terbaik, alhamdulillah dapet foto,
terus lanjut motoran lagi ke semarang, ke kos Ibnu, alhamdulillah pas sampe sekitar simpang lima hujan deres, asli deres banget, walaupun udah pake mantel tetep aja kerasa deresnya, akhirnya berhenti lama sambil nunggu hujan reda

hujan deres banget, terpaksa behenti walaupun bawa mantel

Kalau diitung itung, aku berangkat dari cilacap hari senin, dan sampe cilacap lagi hari minggu pagi, mantep sih emang, tapi banyak yang ga percaya kalo aku main selama seminggu itu habis uang banyak, aku pergi seinggu habis sekitar 1 juta, dan di karimun jawa nya, aku habis sekitar 500rb, selama 3 hari 2 malem di sana, pokonya 500rb dari pelabuhan kartini sampe pelabuhan lagi, udah include tiket, makan, penginapan dll..

Enaknya travelling sendiri ya gini, bisa ngatur budget yang keluar, paket wisata ke kerimun jawa waktu itu selama 3 hari 2 malem paling murah 700rb, dan aku disana cuma habis 500rb, alhamdulillah aku main selama seminggu ini juga bermodalkan jual kamera Xiaomi Yi, yang waktu itu lagi rame ramenya persewaan SportCam, aku jual 1 juta dan semuanya aku habiskan buat perjalanan ini .. sekian dulu ya ceritanya, tungguin cerita cerita perjalanan ku yang lainya.. terima kasih.

Catatan,

Rutinitas = BUANG WAKTU!

Tanpa disadari, aku yakin sebagian besar orang telah membuang waktunya tanpa mereka sadari.

Untuk mahasiswa:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kampus, masuk kelas, selesai nongkrong bentar, pulang ke rumah. Besoknya ya gitu terus…

Untuk pekerja:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kantor, masuk jam 8 pagi, jam 12 makan siang sampe jam 1, kerja lagi sampe jam 5 sore, trus pulang ke rumah. Besoknya, ya gitu lagi…

RUTINITAS = BUANG WAKTU = BORING = NGGA ASIK!

Hidup cuma 1x. Alangkah asiknya kalau hidupmu berwarna. Banyak variasi. Bermakna. Berkembang.

Gimana caranya?

aku ngga bilang untuk supaya hidup berwarna, Kamu harus ngga lakuin rutinitas yang seharusnya kamu lakuin: kuliah / kerja. TAPI,… coba tantang diri Kamu untuk berpikir, “Apa yang bisa aku  lakuin ya?” atau “Gimana caranya untuk ngebuat aku atau kerjaan aku lebih bagus ya?” atau “Gimana caranya supaya aku bisa punya network / teman lebih banyak lagi ya?“, dan seterusnya dan seterusnya.

Jadi, ketika harus kuliah,… ketika di kelas, pikirin gimana caranya supaya ilmu yang Kamu dapetin itu maksimal. Apakah ikut secara aktif dalam diskusi? Beraniin diri untuk nanya? Beraniin diri untuk maju ke depan untuk presentasi? Ketika istirahat, gunain waktu untuk jangan hanya nongkrong sama temen-temen yang itu ituuuuu aja. Coba sekali-kali maen ke jurusan lain, kenalan. Kali aja ketemu jodoh? he he he. Dan, pas waktunya pulang atau di weekend, gunain untuk berorganisasi!

Untuk yang kerja, coba pas makan siang… jangan hanya makan siang sama temen makan siang yang itu ituuuu aja. Pas meeting, jadilah orang yang aktif. Beraniin untuk ambil suatu posisi, atau tanggung jawab. Pas waktunya pulang, coba untuk hang out sama teman. Cari kenalan teman baru, jangan hanya dengan teman sekantor, kalo perlu malah dengan orang yang beda industri. Ngga ada ruginya punya temen banyak!

Mungkin, pas weekend, gunain untuk merenung. Coba mikirin, ada ngga hal lain dari apa yang sudah kamu lakuin, yang Kamu suka… (passion)? Kalo ada, COBA perjelas di otak Kamu, dan tulis. Jabarkan juga step-stepnya. Dan, yang paling penting, untuk beraniin untuk #MakeItHappen!

aku tipe orang yang suka nantang diri sendiri. aku ngga sedih ketika ngga punya duit. aku sedih dan bener-bener worried ketika aku ngga punya ide, dan ngga tau mesti ngapain. Dan, ketika aku lagi penuh ide, aku bahagia luar biasa.

Kegiatan aku sehari hari sekarang bekerja, selain itu? aku juga kuliah, ya aku bekerja sambil kuliah beberapa waktu lalu aku sudah pernah tulis artikel “Share Suka Duka Kerja Sambil Kuliah”, selain kuliah dirumah aku punya kolam ikan dan aku juga harus merawatnya pagi siang sore, aku juga beberapa bulan yang lalu beli sepeda, kalo pas lagi ga punya ide atau lagi bosan keliling keliling desa pake sepeda, ikutan beberapa komunitas dan masih banyak kegiatan kegiatan lain yang ga bisa aku tulis disini. Dan beberapa temen sempet tanya, “emang ga cape apa Kerja, Kuliah, Punya kolam, Sering sepedaan?” dan pertanyaan pertanyaan lain. Dan aku jawab, NGGAK!

Inilah cara aku untuk selalu membuat hidup aku penuh warna. aku selalu tantang diri aku, selalu beraniin diri aku ngelakuin banyak hal yang sebelumnya belum pernah aku lakuin! Kenapa?

Karena aku sadar… Rutinitas itu BORING, BUANG WAKTU! Dan aku mau hidup aku berwarna, bermakna, dan… asik. Siapa yang sependapat sama aku?

oke…semoga menginspirasi dan keep sharing and dont waste your time any moredo something like a girl changes clothes.. ditulis ulang dari Kaskus

Catatan,

Saat hidup sudah serba alhamdulillah

buat kalian yang belum membaca artikel aku yang sebelumnya aku sarankan dibaca dulu sebelum membaca artikel ini Go with the flow;Easy Going itu apa sih

Kalau di artikel Sebelumnya aku membahas tentang Easy going .. ini aku lebih membahas lebih banyak tentang ke diri aku sendiri

Dari artikel tentang easy going yang sebelumnya aku tulis..
Biasanya yang punya pandangan seperti ini itu anak traveller. Easy going yang kalau di situasi Kepepet dan harus menentukan sesuatu dengan cepat. Tapi sepertinya yang mempunyai sifat seperti itu kebanyakan anak-anak Traveller

Anak-anak yang suka travelling mereka dibiasakan bertemu dengan orang-orang baru bertemu dengan sikap orang yang baru bahasa-bahasa yang baru dan bertemu watak-watak orang baru dan disaat situasi seperti itu mereka mau tidak mau harus mereka hadapi.

Orang mah lihat kita enak-enak aja ya kan Lihat raut mukanya nggak pernah pusing, kayanya jalan jalan terus, kaya punya uang terus, yang mematikan dibilang banyak uang.. Tapi aslinya sama aja pusing kalo pas lagi ga punya uang .. orang-orang kaya kita cuma percaya kalau Allah itu maha kaya, jadi seberapa gak punya uang kita tetep aja insyallah kita bakal dikasih rezeki yang lebih lagi sama Allah kok,

Contoh nih, saat teman pinjam uang ke kita, sebenarnya aku juga lagi butuh uang, juga nominal yang dipinjam sama teman aku bagi aku cukup banyak, ada temen yang pinjam ya mau nggak mau aku pinjami dong, soalnya saat itu dia lebih membutuhkan uang itu, aku percaya di saat aku mempermudahkan jalan orang pasti suatu saat aku akan dimudahkan jalannya oleh Allah.. dan aku percaya itu sampe sekarang

Ya mungkin gara-gara aku punya pemikiran seperti itu mungkin orang lain menganggap aku orang yang “ada” tapi sebenernya ya emang ga ada ada banget sih, cuma Alhamdulillah lagi ada rezeki aja, pernah juga ada teman pinjam uang di dompet tinggal Rp300.000 teman aku pinjam lebih dari nominal yang aku punya tapi tetap aku tawarin Rp200.000 dan dia mau, dan Posisi aku waktu itu sudah di Jogja ya mau nggak mau Kan dengan uang Rp100.000 aku harus sampai Cilacap lagi.. tapi alhamdulillah aku percaya bahwa niat baik pasti akan dipermudahkan oleh Allah..
Emang bener sih Alhamdulillah di Jogja dapat teman yang baik-baik jadi mereka sempat nawarin makan gratis juga kan jadi ngirit uang juga kan..

Nah satu lagi nih Kebetulan aku dari SMK senang banget jalan-jalan Alhamdulillah dikasih waktu untuk bisa jalan-jalan saking seringnya jalan-jalan hampir setiap weekend mesti aku jalan-jalan ya nggak jauh-jauh amat sih nggak sampai luar negeri juga yang penting aku setiap weekend aku sering jalan-jalan ya entah itu ke Goa, pantai, hutan, gunung aku pasti pergi banyak sih temennya nanyain aku uang dari mana dan lain-lain tapi aku Berusaha menjelaskan dan mereka nggak percaya

Alhamdulillah dari dulu dari Sejak SMK aku nggak pernah minta uang ke orang tua yang minta khusus buat piknik tapi alhamdulillah aku dapet tambahan uang dari bikin blog, aku belajar blog udah dari smp tapi masa Berjaya aku di SMK .. alhamdulillah bisa buat pergi kemana mana tanpa minta uang ke orang tua dengan alasan buat piknik..

Kalau orang lain mungkin ditabung dulu uangnya, biar nanti bisa kesana sana sanaa.. kalo aku orangnya ngga gitu, kalau tiba-tiba ada uang udah dipakai aja, kalau emang itu uang untuk bulan depan ya udah aku pakai aja aku percaya aku Bulan depan pasti dapat rejeki lagi.. ibaratnya kalau jaman sekarang “pikir keri” ya bener aku termasuk orang yang mikir di belakang, Makanya kadang Aku juga sering berfikir Ya udahlah ya Nanti juga ada lagi

Aku termasuk orang yang mensyukuri nikmat Allah apapun itu bagiku kenikmatan

aku juga termasuk orang yang bodo amat loh, Makanya banyak yang bilang, “kerjanya di kerjaan ngapain sih kok santai banget” , “kerja sambil kuliah kok idupnya santai banget” , “udah kerja, sambil kuliah, banyak kegiatan masih aja sering piknik emang ga cape?” ya banyak lah pertanyaan pertanyaan seperti itu yang muncul dari beberapa orang, tapi ya aku bodo amat yakan? kalo emang nanti kuliah aku di DO ya itu emang udah takdirnya, tuhan pasti ada rencana lain dibalik aku di DO kuliah.. sama kaya rejeki, rejeki kita sama tuhan itu udah di atur sesuai porsinya gak mungkin ketuker, yang paling penting mah satu, jangan lupa Sedekah. Sedekah Membangun Rasa Percaya Diri dan Percaya Allah.. sedekah ga harus nunggu kaya, selagi ada selagi bisa.. lakukan ..juga satu lagi, Sedekah Adalah Wujud Rasa Syukur Cara termudah mensyukuri nikmat yang dirahmatkan Tuhan adalah dengan bersedekah. Melalui sedekah, kamu bisa merasakan bahwa membantu orang lain adalah hal yang begitu mulia. Sementara saat mengetahui orang lain yang kamu bantu merasa bahagia, sadar atau tidak, kamu pun akan merasa lebih bahagia darinya. . Bersedekah adalah moment untuk meningkatkan rasa syukur di dada. Tak hanya itu, melalui sedekah, kamu bisa menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih rendah hati dan lebih menghargai setiap rezeki yang kamu dapatkan setiap harinya. Sedekah juga akan membuat perasaan jadi lebih tenang, nyaman.

Pernah beberapa tahun lalu aku ke Karimun Jawa aku mencari teman tidak ada yang mau ikut kesana dengan alasan tidak punya uang padahal sebenarnya juga aku tidak punya uang.. tahu sendiri Karimunjawa kan mahal paketan juga Minimal Rp700.000 Waktu itu aku belum bekerja dan sudah lulus SMK tapi alhamdulillah aku ingin sekali waktu itu aku punya kamera Xiaomi Yi (waktu itu lagi maraknya penyewaan kamera di kota aku), akhirnya nekat aku jual itu kamera Padahal kalau dipikir lagi aku ke Karimunjawa aku harus punya foto dalam air paling nggak aku punya kamera anti air biar aku fotonya lebih leluasa, padahal kamera aku sudah siap aku sudah punya waterproof untuk kamera Xiaomi aku.. ya mau nggak mau aku jual kamera itu biar sampai ke Karimunjawa. nggak ada kepikiran nanti mau foto sama karang karang, sama ikan Nemo dll gimana ..

Tapi alhamdulillah aku sampai di Karimunjawa dan aku punya banyak foto dalam air dan foto bareng sama Nemo juga, Alhamdulillah aku di Semarang dipinjami kamera Xiaomi sama teman aku Meila namanya.. Terima kasih atas kameranya mungkin kalau saat itu aku enggak dipinjemi kamera aku sekarang enggak punya foto selfie dalam air.

aku ke Karimunjawa bermodalkan jual kamera Xiaomi.. ya walaupun aku nggak punya kamera Xiaomi tapi aku bisa ke sana membawa kamera Xiaomi hasil dari pinjam. Saat itu banyak yang enggak percaya kalau aku ke sana sendirian Tapi emang benar aku ke sana sendirian Alhamdulillah di perjalanan aku ditemukan dengan orang-orang baik banyaknya ngajak cerita banyak yang ngajak kenalan sampai-sampai diajak makan gratis..

Sebenarnya aku sadar bahwa perjalanan aku ke Karimunjawa menarik juga buat ditulis di blog tapi ya itu kurang aku aku kurang bisa menulis masih aku tulis pengeluaran aku dari mulai berangkat sampai pulang

Btw, ternyata panjang juga ya aku menulis ini berkat bantuan Google Voice kalau nulis Beneran nggak bakal kuat segini banyak.. terima kasih yaa sudah baca tulisanku.. tunggu tulisan tulisanku yang lain di blog Manggaul ya 🙂 ====

Catatan,

Gak ada yang salah dengan “Easy Going”

Hidup itu mengalir seperti air.
Go with the flow.
Easy Going…….bro..!
Santai…..Santai…..

Kata kata inilah yang akrab terdengar di kalangan generasi muda sekarang. Kecenderungan hidup santai adalah satu bentuk aktivitas pemuda, oleh karena itu, Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas) Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. Bahkan cenderung berfikir “Bagaimana nanti saja”, “nanti juga ada lagi”, “nanti pasti ada jalan keluarnya”, “udah ga papa pake aja”, “Udah ga papa dibuat aja dulu nanti gampang kita cari dana lagi” dan lain lainnya..

Sebenarnya prinsip Easy Going digunakan ketika kita dihadapkan pada suatu masalah, dimana hampir tak terlintas sedikitpun bentuk solusi yang bisa dicapai. Jika kita mempunyai keyakinan yang penuh maka semua masalah akan menemukan jawabannya sendiri.

Coba ubah cara pandang kita jangan katakan “Wahai Allah, masalahku amat besar” tapi coba katakan “Hai masalah, Allah itu maha besar”

Orang-orang dengan sifat Easy Going selalu bisa melewati berbagai kondisi separah apapun kondisi itu terjadi. Kalau toh harus dilalui dengan penuh tangisan air mata, itu akan dilalui, tapi after that, everything will be okay soon, seperti awal kembali. Seolah tak terjadi apa-apa. Kesan yang tampak dari orang-orang seperti itu adalah cuek bebek, seolah nggak pernah peduli, acuh tak acuh, apatis, lha pokoknya seperti tampak tak tahu apa-apa. Bisa jadi itu memang dominan terjadi. Sebenarnya, bukannya tidak aware dengan keadaan sekitar, namun karena sifat cuek dominan, maka akan mengalahkan kepekaan yang sebenarnya dimiliki. Di banyak kasus, sebenarnya bisa menggunakan sense yang dimiliki dengan baik, memprediksi yang akan terjadi, mengamati yang terlihat, dan menganalisis yang mungkin terjadi. Tapi, yang dominan terjadi, terkadang semuanya hanya menjadi sebuah bayangan sekelebat dalam otak saja, dan seringkali berakhir dengan kata-kata:
“Ya sudahlah …..…”

Menurut Hasan Al-Banna, perbaikan suatu umat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan individu, yang dalam hal ini adalah pemuda. Perbaikan individu (pemuda) tidak akan sukses kecuali dengan perbaikan jiwa. Perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan pendidikan dan pembinaan. Yang dimaksud dengan pembinaan adalah membangun dan mengisi akal dengan ilmu yang berguna, mengarahkan hati lewat do’a, serta memompa dan menggiatkan jiwa lewat instropeksi diri.

Kehidupan memang memberikan banyak pilihan. Ada yang sulit, sedang, dan mudah. Sekian banyak manusia yang pernah singgah di dunia ini, selalu terkotak pada tiga pilihan itu.

Ada yang mengambil pilihan sulit, apa pun risikonya. Mereka rela menyiksa diri demi kebahagiaan yang diidam-idamkan.

Begitu pun dengan sedang dan mudah. Pilihan mudah boleh dibilang yang paling populer, paling disukai. Tak peduli dengan urusan orang lain, lingkungan yang serba susah; asalkan dapat hidup senang. Walau dengan cara merampas hak orang lain, menghalalkan segala cara, demi kesenangan hidup.

Islam memberikan pilihan hidup sendiri. Kehidupan dunia dalam Islam adalah sebuah persinggahan perjalanan seorang anak manusia. Dalam persinggahan itu, ada berbagai ujian. Persis seperti perantau yang tiba dari perjalanan jauh. Dan persinggahan memberikan aneka makanan dan minuman. Kalau si perantau melampiaskan lapar dan dahaganya di persinggahan itu, ia bisa lupa. Bahwa, akhir perjalanannya bukan di situ. Tapi tempat lain yang harus dengan susah payah ia capai.

Sampai di situ, terkesan seperti Islam memilih kehidupan yang sulit. Padahal, tidak sepenuhnya seperti itu. Ketika hidup menjadi sebuah persinggahan, yang perlu diperhatikan adalah unsur keseimbangan. Karena singgah pun mencari keseimbangan baru.

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keseimbangan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. 55: 7-9) Dari keseimbangan itu, hidup menjadi proporsional: tidak terlalu cenderung pada yang sulit, sedang, dan mudah. Tapi mengalir menurut takaran yang telah Allah tetapkan dalam fitrah manusia.

Cuma masalahnya, kecenderungan-kecenderungan untuk hidup santai sangat kuat. Tanpa memberikan peluang untuk bersantai pun, umumnya orang selalu tertarik untuk bermudah-mudah. Awalnya hanya selingan, tapi berlanjut menjadi kebiasaan. Ada contoh yang mudah. Seorang mukmin sangat wajar ketika mengisi malam-malamnya dengan qiyamul-lail atau shalat malam. Di saat kebanyakan orang tidur, ia justru menangkap suasana hening itu untuk berdekat-dekat dengan Allah swt. Ia curahkan segala beban kehidupan yang begitu berat kepada sebuah kekuatan yang Maha Segala-galanya. Namun, karena sesuatu hal, ia butuh selingan. Salah satunya, dengan menonton sepak bola. Sesuatu yang mulanya selingan ini akan bermakna lain ketika bisa mengorbankan banyak hal. Bayangkan, jika seorang mukmin menghabiskan waktu tengah malamnya hanya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.
Tanpa sadar, ada sesuatu yang bergeser. Dan sesuatu itu merupakan hal besar. Bahwa, kehidupan ini bukan untuk main-main dan santai. Melainkan ada misi besar. Itulah ibadah. Tak ada yang salah dengan Easy Going …bro…! selama tak mengenyampingkan tujuan utama, karena pada hakekatnya hidup ini tidak bisa santai dengan hanya berdiam diri ataupun bersenang-senang tanpa tau tujuan yang pasti. Maka untuk generasi muda isilah hidup ini dengan tujuan yang pasti. Sebuah perjalanan besar dimulai dari langkah kecil. Hari ini mulailah langkah pertama anda untuk menuju masa depan yang gemilang. Ubah hidup anda menjadi lebih baik.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

Catatan,

Share Suka Duka Kerja Sambil Kuliah

Setiap manusia di dunia ini pasti punya mimpi untuk bisa mewujudkan cita-cita yang dia mau. Tapi sayangnya, setiap orang terlahir dengan nasib yang berbeda-beda. Ada orang yang udah kaya dari lahir karena harta kekayaan orang tuanya, tapi ada juga sebagian besar lain yang hidup sederhana dan kudu kerja keras buat ngejar cita-cita yang dia mau.

Dan Alhamdulillah-nya adalah, aku termasuk ke golongan yang kedua. aku emang terlahir dari keluarga yang sederhana dan ngga sekaya Hary Tanoe atau Chairil Tunjang. Tapi bagi aku itulah sisi positifnya. Dari pertama kali menginjakkan kaki di Cilacap (aku sejak kecil tinggal di Lampung), aku udah punya mindset bahwa aku harus sukses, dan aku harus kerja keras buat ndapetin apa yang aku mau.

Dan aku pun bermimpi untuk… kuliah!

Yap, ga gampang emang. kamu tau sendiri lah betapa keras dan kejamnya kehidupan ini. Bapak Ibu  aku sendiri pun udah bilang dari awal bahwa dia ga sanggup ngebiayain aku untuk kuliah. Sedih memang, tapi itulah yang bikin aku jadi semakin terpacu. Seperti kata-kata Audrey Herpburn, “Nothing is impossible, the word itself says i’m possible”. Di dunia ini ga ada yang ga mungkin, karena bahkan dalam kata impossible sendiri sebenarnya terselip makna i’m possible.

Perlahan tapi pasti, Tuhan mulai menunjukkan kekuasaannya. Setelah menunggu sekitar setahun setelah lulus SMK aku akhirnya bisa bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kota aku sendiri, dimana di perusahaan ini bisa dibilang kerjanya bisa dibilang santai dan ngga begitu menguras tenaga dan pikiran, walaupun pekerjaan ini santai, tapi yang jadi kendala saat aku mau mendaftar kuliah adalah waktu. Ya, karna aku disini bekerja shift dan waktu perkuliahan aku sendiri adalah pagi hari, dimana kalau bekerja shift ini ga kenal waktu libur atau tanggal merah, pokoknya kalo pas kita lagi jadwal shift masuk ya tetep masuk, mau itu lagi lebaran atau ujan, badai, banjir sekalipun tetep berangkat. Itu sebenernya yang jadi pikiran utama aku saat mau daftar kuliah ini

Akhirnya aku konsultasi sama atasan aku, kalau aku mau kerja sambil kuliah, Alhamdulillah di permudah juga sama perusahaan, dimana aku dikasih kesempatan tukar shift kalau aku ada jadwal shift yang bertubrukan dengan jam kuliah.

Nah, seringkali ada temen yang nanya sama aku :

“Mif, kerja sambil kuliah itu rasanya gimana si?”.

“Hul, katanya kerja sambil kuliah itu cape ya?”.

“Bro, ko muka lu mirip tatang sutarman ya?”. Lah, sue malah ngatain.

Buat kalian yang pengen tau gimana rasanya kuliah non-reguler alias kerja sambil kuliah, kalian mampir ke tulisan yang tepat. Kali ini aku akan berbagi pengalaman dan suka duka aku selama kuliah. Tapi sebelum masuk ke sana, aku bakal ngejawab pertanyaan paling mendasar dulu :

Kerja sambil kuliah sama kuliah sambil kerja itu beda ngga si?

Pertanyaan ini seringkali terlontar sama bocah-bocah yang baru lulus SMA dan mengidamkan bangku perkuliahan.

Jawabannya : Ya jelas beda banget. Kalo kalian “Kerja sambil kuliah”, itu artinya pekerjaan berada di prioritas utama, sedangkan dunia perkuliahan jadi prioritas kedua setelah pekerjaan itu kalian selesai (Kebanyakan si pekerja kantoran yang jam kerjanya nine to five). Biasanya opsi perkuliahannya ada 3 jenis, yakni kelas reguler sore (06.30 – 09.00), kelas malam (08.00 – 10.00), atau kelas Sabtu minggu tapi full sampe sore. Semuanya tergantung kebijakan masing-masing universitas.

Berbeda halnya dengan “kuliah sambil kerja”. Yang mana berarti kuliah berada di prioritas utama, sedangkan pekerjaannya berada di prioritas kedua kalo jam kuliah lagi kosong atau emang lagi libur semesteran. Jenis kelas yang diambil udah pasti adalah kelas reguler, sama seperti mahasiswa biasa. Sedangkan pekerjaannya udah pasti jatohnya adalah freelance, atau kalo ngga ya kerjaan yang bisa diatur jadi shift malem. Misalnya adalah SPG, Apoteker, Fotografer, Gojek, dan berbagai kerjaan lain yang waktu kerjanya fleksibel.

Nah, kalo kalian mutusin untuk ngambil opsi kerja sambil kuliah (bukan sebaliknya), maka kalian mesti siap dengan berbagai resiko yang ada. Ni aku kasih tau dah beberapa suka pengalaman suka duka aku semasa kuliah :

1. Mahasiswanya udah pada bangkotan.

Kalo kalian mengambil kuliah kelas karyawan atau kelas sore dan berharap bisa ketemu gadis-gadis cantik semacem kimberly ryder atau ariel tatum, maka kalian sungguh sudah salah kaprah. Yap, dikarenakan kelas karyawan atau kelas sore itu emang ditujukan untuk para karyawan swasta, maka jangan heran kalo sebagian besar mahasiswanya bukanlah anak-anak muda, apalagi fresh graduate.

Emang sih, terkadang ada aja anak fresh graduate yang ikut kelas karyawan (kayak aku, hehehe), tapi itu pun jumlahnya ga banyak. Kebanyakan sih yang ikut kelas karyawan itu udah pernah kerja dulu minimal setaunan lah, baru dia ngambil bangku perkuliahan. Salah satu temen sekelas aku yang bernama Pak Sumino, bahkan udah menginjak hampir kepala empat ketika pertama kali masuk bangku perkuliahan. Dan siapa sangka, dia juga bisa mengikuti perkuliahan dengan baik kok..

2. Bentrok waktu sama kerjaan

Seperti yang udah aku jelasin di atas, dalam dunia perkualiahan kelas karyawan, titik priotitas berada di pekerjaan kita. Itu artinya, ketika terjadi sesuatu pekerjaan di kita semacem lemburan atau meeting mendadak, maka kita harus rela untuk ngorbanin segala aktivitas perkuliahan. aku pernah banget ngalamin kejadian beginian. Udah siap mau kuliah tiba tiba temen yang diajak tuker shift ga ada yang bisa, tapi kalo mau ujian dan ga ada yang mau diajak tuker ya terpaksa ambil jatah cuti yang cuma dijatah 12 kali dalam satu tahun

Kan kamfret. Kalo bukan temen mah bawaannya pengen aku bacokin aja dah.

Tapi, seiring dengan waktu berjalan, kita pasti bakalan nemuin ritme nya. Kita bakal tau kapan waktu yang tepat untuk ngabur dari kerjaan demi bisa kuliah, kapan waktunya ngorbanin kampus dulu untuk fokus ke urusan kerjaan, dan kapan waktunya ngebacok temen yang ada aja alesannya kalo banyak alesan pas mau diajak tuker shift. #Jahat

3. Dosennya lebih ngertiin

Di kampus aku, mahasiswa kelas karyawan seringkali disebut dengan istilah ‘Osis’, yang artinya Otak Sisaan. Ngoehehe

Maklum aja lah, namanya kita udah kerja nguras pikiran dan tenaga seharian, terus kejebak macet pas jalan ke kampus belum lagi kalo ujan dll, begitu masuk ke kelas otaknya pasti cuma kesisa dikit. Perintilannya doang. Mangkanya ya dosen-dosennya juga biasanya jadi lebih sabar waktu ngejelasin materinya. Ada materi yang susah dimengerti, maka sang dosen pun siap untuk nerangin berkali-kali. Kalo masih belom ngerti juga ya paling dia cuma ngehela nafas, terus ngeledakin bom C4 di dalem kelas. Eh ngga deng, jahat amat.

Ga cuma masalah materi, masalah absensi pun kebanyakan dosen-dosen itu lebih ngertiin. Kalo ada mahasiswa yang dateng telat, dosennya biasanya ga ngomel dan malah langsung mempersilahkan mahasiswa itu masuk. Bahkan, mahasiswa masuk ke kelas ketika waktu pelajaran udah mau kelar (sisa 5 menit) pun, beberapa dosen masih mau berbaik hati ngasih lembaran absensi. Tapi ada juga dosen yang Jahat sih, dia ga tau kalo kita habis masuk malem kali ya, kadang masih sisan 10 menit juga ga dapet absen ..

“Yah.. gapapalah. Meskipun terlambat, tapi seenggaknya kamu masih ada usaha dan niat untuk belajar. Abis ini beliin aku Pizza Hut ya.”

Bae banget kan ntu dosen.

4. Empot-empotan biaya kuliah.

Kuliah kelas malam itu ga cuma butuh semangat yang besar, tapi juga biaya yang ngga sedikit. Jadi sebelum mutusin ke dunia perkuliahan malam, ada baiknya kita review dulu, seberapa besar sih kemampuan finansial kita.

aku sendiri pernah ngumpulin sejumlah kwitansi-kwitansi pembayaran yang udeh aku setorin, kemudian aku itungin dah satu per satu. Ternyata, hanya dalam waktu 4 tahun masa kuliah aja duit yang aku keluarin udah setara dengan harga mobil bekas. Ga kerasa kan.

Dan lagi, biaya kuliah itu sejatinya ga cuma SPP, tapi juga ada pengeluaran tak terduga lainnya. Misalnya aja buku materi, fotokopian, serta uang makan yang ngga sedikit kalo pas lagi kuliah, ya tau sendiri kan aku juga doyan makan ya, apalagi otak abis di kuras buat dipaksa ngikutin materi yang ada di dalem kelas, otomatis makan juga harus yang banyak, yang tentunya bakalan menguras isi dompet kita. aku pun udah terbiasa dah kalo terpaksa jadi fakir mendadak pas tanggal tua.

Jadi, jangan kira kuliah kelas karyawan itu keren bro. Kelas karyawan itu cape, dan nguras duit pula. Kalo kalian niatnya setengah-setengah mah, mending gausah. Yang ada ntar malahan brenti di tengah jalan, mending uangnya buat ditabung buat beli sesuatu yang lebih bermanfaat.

5. Hal yang Didapatkan : Ilmu, Duit + Pengalaman

  Beberapa hal positif yang didapat adalah ketiga hal ini, di mana masih bisa belajar dan mendapat ilmu di kampus, bekerja mendapatkan gaji berupa uang dan pastinya pengalaman juga didapat di tempat kerja. Beberapa hal ini yang menjadi satu kesatuan dan menjadi sensasi tersendiri bagi mereka yang merasakan ketiga ritme ini. Walau memang aktivitas menjadi padat, asal tekun dan tetap semangat pasti selalu ada hal-hal yang membuat semangat kita tetap terpacu. Salah satunya untuk membahagiakan orang tua, dukungan teman-teman dan kerabat lainnya bahkan dukungan dari sang pujaan hati yang selalu men-support. Eh ini pujaan hati maksunya yaa.

6. Pas diwisuda rasanya lebih nikmat.

“Semakin sulit perjuangan yang kita lakukan, maka semakin besar kemenangan yang kita raih.” ~Thomas Paine

Perjuangan keras untuk bisa membagi waktu kuliah dan kerja, membagi uang untuk hidup dan uang untuk belajar hingga akhirnya bisa menembus sidang wisuda, tentunya membuat hasil akhir yang kita rasakan berbeda sama mahasiswa biasa. Apalagi kalo seluruh biaya kuliah dan wisuda itu kita bayarkan dari jerih keringat kita sendiri. Beuh.. itu bakalan bangga banget dah rasanya. doain aku cepet wisuda yaa, baru kuliah semester 1 aja udah ga sabar pengen wisuda, gimanaa ya raaku lulus kuliah dengan biaya sendiri.

Itulah sedikit banyaknya yang aku rasain Kerja Sambil Kuliah kelas karyawan di STT Wiworotomo Purwokerto, dimana aku kerja di cilacap dan setiap ada jam perkuliahan aku harus ke Purwokerto, pulang pergi sih sekitar 2 jam kalo ga mampir mampir,  kalo pas cerah sih ga masalah ya, bayangin kalo pas ujan dipaksa berangkat tepat waktu, eehh malah dosennya ga berangkat, rasanya pengen ngebacok dosen kalo pas ketemu. Eh ngga deng, jadi orang gaboleh jahat.

Oya, satu hal lagi. Istilah Sarjana baru = Pengangguran baru, itu ngga berlaku untuk mahasiswa kelas karyawan. Karena ketika aku lulus dan mendapat gelar Sarjana, aku bukan lagi seorang Sarjana fresh graduate. Tapi Sarjana dengan pengalaman kerja 4 tahun. Dan itu tentunya jauh memiliki nilai yang jauh lebih tinggi di mata HRD.

Jadi yang bener adalah Sarjana Baru = Kerjaan Baru atau Jabatan Baru. Hehehe

Buat kamu yang ragu untuk kerja sambil kuliah, rasanya ga usah. Setiap sesuatu pasti ada suka dukanya, itu bagian dari proses.

Segitu dulu aja dah tulisan aku kali ini. Gimana? Kalian tertarik untuk ngambil kuliah kelas karyawan? Atau.. pengen berbagi cerita semasa masih kuliah? Share aja di kolom komentar yaa..

Bantarsari, Cilacap, Curug,

Pertama kali main ke Curug Tonjong, Bantarsari

Yey, akhirnya Aku main ke curug lagi, tapi kali iin curugnya beda, curug yang ini berada di bantar sari, dimana lokasi curugnya masih bagus dan yang main kesini baru anak anak sekitar bantar sari saja, luar daerah jarang yang tau,, jalan menuju curug sini kalo orang kota bilang disini jalannya extreme,, dimana aku sendiri bisa dikatakakan berada di cilacap kota, motor aku tidak bisa masuk ke dalam, walau sebenernya bisa masuk kedalam, tapi akung motor aku sudah stuck di pertengahan jalan karena jalan yang banayk lumpurnya, berikut beberapa foto yang aku abadikan selama perjalanan, sebenernya banyak si videonya tapi ga ada kuota buat upload video, sementara foto dulu yaa

pertama kita sebenarnya ga tau arah ke curug tonjong ini, eh kebetulan ketemu sama anak anak ini yang gak mau difoto, yaudah kita foto dari belakang aja

Anak anak penunjuk jalan kami ke curug

Jalan extreme yang aku bilang tadi, akhirnya motor aku, aku tinggal di pinggir sini, masih lumayan jauh perjalannan menuju curugnya

kondisi jalan

.

ini pas musin terang, coba gmn kalau pas musim penghujan
ban depan motorku sampe masuk ke dalem lumpur

Yey,, ini kita udah sampai di curugnya,, adem banget tempatnya sih, mantappp

.

.

kata anak anak sini, ini namanya batu love ,, emang iya sih  bentuknya kayak gambar love ,, 
foto bareng anak anak yang nganter kita kesini
hahaha

sebenernya videonya ada banyak,, aku juga ada banyak footage footage yang mungkin kalau di rangkai akan jadi video yang bagus, doakan aku sanngup merangkai footage footage yang sudah aku tangkap yaa, sekiaan dulu informasi dari curug tonjong yang aku dapat tulis, next kalo sempet nulis lagi bakal aku edit ke yagn lebih informatif kok,, terima kasih

oiya satu lagi, doakan aku biar bisa nulis di blog ini yang lebih baik lagi yaa, karena ini juga lagi belajaran nulis nih, aku baca sendiri juga pusing bacanya,

Cilacap,

Ada Apa Dengan Sodong?

 Sodong Culture Symphony 

Pagelaran Budaya dan Pariwisata di Desa Wisata Karangbenda  Pagelaran ini adalah yang pertama di Pantai Sodong dan terbaru

Ada Apa Saja di Pantai Sodong?

Pesona Tari Jalungmas “Mengapresiasi Karya Maestro Tari Jalungmas ibu Taek Entarti” 

Sodong beJazz dengan tema “Lenggang Pesisir”

Membawa malam anda di Pantai Sodong semakin berwarna dengan musik- musik Jazz dan pendukung serta bintang tamu ternama 

Symphony of The Sands 

Musik musik all genre siap menghibur pagi pagi di acara penutupan SCS 

Sodong Culture Carnival 

Memperagakan fashion fashion karya design Jawa Tengah yang Epic dan Glamour, Bikin Penasaran? 

Grebeg Sodong 

Gunungan sebagai ritual rasa syukur masyarakat Karangbenda di Pantai Sodong menambah semarak  Sodong Culture Symphony

Sodong Camp 

Kemah kebudayaan di alam Kawasan Gunung Selok dan Pantai Sodong mengajarkan menghargai alam, Menanam Pohon dan menjalin kawan 

Sodonggraphy 

Kawasan Pantai Sodong dan Gunung Selok yang menarik dan exotic akan menambah meriah SCS 2018, Karya Indah dari lensa Camera akan dipertaruhkan disini.

Pasar Cemaraan 

Pasar dadakan dengan nuansa jaman dulu akan menambah kehangatan dengan menyajikan produk2 umkm Cilacap dan masyarakat desa Wisata Karangbenda

1000 Lampion Pengarep

Di acara tersebut juga akan menerbangkan sebanyak 1000 Lampion yang akan dilepas di malam itu

Catatan,

Pilih mana, Men-Traktir atau Di-Traktir..???

Saya yakin kamu ngga akan suka sama orang yang ‘hitung2an‘.
Kasarnya, seperak dua perak aja ditagih. Pernah ngerasain kan ?

Dalam berteman, kalau bisa jangan ‘hitung2an‘. Dari kecil saya lebih milih & lebih sering untuk ntraktir teman hari ini, next time dia yang nraktir saya, daripada makan kita hari ini bayar sendiri-sendiri. Emang ini banyak pro dan kontranya. Kalau ketemu orang yang sukanya cuma ditraktir gimana?

Nah, beberapa waktu lalu di Facebook dan twitter saya men-share satu ajaran dari ayah saya, yang ternyata dapat banyak tanggapan:

“Kalau kamu bisa mentraktir orang lain, berarti kamu ‘lebih”

Karena ajaran ayah saya inilah, sekarang kebiasaan saya untuk mentraktir orang sudah tidak bisa saya hilangkan (memang ngga pengen saya hilangkan). Apakah saya hanya traktir mereka yang sosial statusnya di bawah saya? TIDAK! Seringkali saya mentraktir mereka yang jauh lebih kaya raya dibandingkan saya. Kok bisa? Bukannya enakan ditraktir?

Pemikiran saya bukan begitu. Saya berpikir, “Harga makanan yang saya bayar, murah banget dibandingkan waktu yang dia berikan untuk mau makan sama saya.

Dalam konteks ada yang ulang tahun saja, saya selalu tidak ingin melontarkan pertanyaan iseng seperti yang sering dilakukan oleh banyak orang, “Wah ultah, kapan nih makan2nya?

Fyi di Amerika… yang ultah itu yang ditraktir oleh teman-temannya! Kok bisa? Kalau menurut saya make sense. Yang ultah kan mau senang2, kok malah disuruh ntraktir? Kaya seolah-olah untuk bisa bareng teman-temannya, teman2nya harus ‘dibeli’… harus ditraktir. Semakin kaya seseorang, semakin perayaannya meriah.

Coba bayangkan kalau sistemnya dibalik. Yang ultah yang ditraktir oleh teman-temannya. Yang ultah akan benar2 senang. Dan berapa sih biaya untuk traktir makanan 1 orang, kalau dibagi misal ber-10 atau ber-20?

Dalam dunia bisnis pun seperti itu…
Orang yang ngga ‘hitung2an‘ akan lebih mudah untuk mendapatkan teman (lebih kuat daripada hanya network). Dan ini pasti berimbas ke bisnisnya.

Biasakan dari sekarang untuk ngga ‘hitung2an‘, biasakan untuk memberi, bukan menunggu untuk diberi. Berusahalah untuk menjadi orang yang ‘lebih’.

Instagram has returned invalid data.

ini adalah blog pribadi milik Miftahul Huda, yang sengaja dibuat untuk menyimpan cerita dikehidupannya, dan terkadang juga berbagi info yang bermanfaat disini

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,111 other subscribers